A. Model Pembelajaran Jarak Jauh
Pembelajaran jarak jauh adalah sekumpulan metode
pengajaran di mana aktivitas pengajaran dilaksanakan secara terpisah dari
aktivitas belajar. Pemisah kedua kegiatan tersebut dapat berupa jarak fisik,
misalnya karena peserta ajar bertempat tinggal jauh dari lokasi institusi
pendidikan. Pemisah dapat pula jarak nonfisik, yaitu berupa keadaan yang
memaksa seseorang yang tempat tinggalnya dekat dari lokasi institusi
pendidikan, namun tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran di institusi
tersebut. Keterpisahan kegiatan pengajaran dari kegiatan belajar ialah ciri
yang khas dari pendidikan jarak jauh.
Tujuan dari pembangunan sistem ini antara lain menerapkan
aplikasi pendidikan jarak jauh berbasis web pada situs-situs pendidikan jarak
jauh yang dikembangkan di wilayah Indonesia, yakni bekerja sama
dengan mitra-mitra lainnya.
B.
Sistem Pendidikan Jarak Jauh
Pada pembangunan sistem perlu diperhatikan tentang
desain dan pengembangan sistem, interactivity, active learning, visual
imagery, dan komunikasi yang efektif.
1.
Desain dan pengembangan sistem. Proses
pengembangan instruksional untuk pendidikan jarak jauh terdiri dari tahap
perancangan, pengembangan, evaluasi, dan revisi. Dalam mendesain instruksi
pendidikan jarak jauh yang efektif, harus diperhatikan, tidak saja tujuan,
kebutuhan, dan karakteristik dosen dan mahasiswa, tetapi juga kebutuhan isi dan
hambatan teknis yang mungkin terjadi.
2.
Interactivity. Keberhasilan sistem pendidikan
jarak jauh antara lain ditentukan oleh adanya interaksi antara dosen dan
mahasiswa, antara mahasiswa dan lingkungan pendidikan, dan antara mahasiswa
dengan mahasiswa.
3.
Active learning. Partisipasi aktif peserta
pendidikan jarak jauh mempengaruhi cara bagaimana mereka berhubungan dengan
materi yang akan dipelajari.
4.
Visual imagery. Pembelajaran melalui
televisi dapat memotivasi dan merangsang keinginan dalam proses pembelajaran.
Namun, jangan sampai terjadi distorsi karena adanya hiburan. Harus ada
penyeleksian antara informasi yang tidak berguna dengan yang berkualitas,
menentukan mana yang layak dan tidak, mengidentifikasi penyimpangan, membedakan
fakta dari yang bukan fakta, dan mengerti bagaimana teknologi dapat memberikan
informasi berkualitas.
5.
Komunikasi yang efektif. Desain
instruksional dimulai dengan mengerti harapan pemakai, dan mengenal mereka
sebagai individual yang mempunyai pandangan berbeda dengan perancang sistem.
Dengan memahami keinginan pemakai maka dapat dibangun suatu komunikasi yang
efektif.
C.
Pendidikan Jarak Jauh Secara Online
Pendidkan jarak jauh secara online mengatasi
keterbatasan yang ada pada jenis-jenis pendidikan jarak jauh yang lain, yaitu
pendidikan jarak jauh dengan satelit serta teknologi televisi. Pada kedua
teknologi di atas, mahasiswa masih harus berjalan ke fasilitas pendidikannya,
sedangkan peralatannya bersifat khusus dan mahal. Kini dengan pendidikan online
melalui internet, mahasiswa dapat belajar sendiri dari rumah dengan
peralatan komputer sendiri.
1.
Sudut Pandang Dosen
Dari sudut pandang dosen, solusi pendidikan online harus memenuhi beberapa
kriteria sebagai berikut. Mudah digunakan, memungkinkan pembuatan bahan kuliah online
dan kelas online dengan cepat dan mudah, hanya memerlukan pelatihan
minimal, memungkinkan pengajaran dengan cara mereka sendiri, memungkinkan
mereka mengendalikan lingkungan pembelajaran.
2.
Sudut Pandang Mahasiswa
Dari sudut mahasiswa yang dicari adalah fleksibilitas dalam mengambil
mata kuliah. Bahan kuliah yang didapat secara online lebih kaya
dibandingkan yang didapat di kelas.
D.
Pendidikan Jarak Jauh Berbasis Web Secara Online
Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat
dewasa ini, khususnya perkembangan teknologi internet turut mendorong
berkembangnya konsep pembelajaran jarak jauh. Ciri teknologi internet yang
selalu dapat diakses kapan saja, di mana saja, multiuser, serta menawarkan
segala kemudahannya telah menjadikan internet suatu media yang sangat tepat
bagi perkembangan pendidikan jarak jauh selanjutnya.
Pendidikan jarak jauh berbasis web antara lain
harus memiliki unsur sebagai berikut.
1.
Pusat kegiatan siswa; sebagai suatu community web
based distance learning harus mampu menjadikan sarana ini sebagai tempat
kegiatan mahasiswa, di mana mahasiswa dapat menambah kemampuan, membaca materi
kuliah, mencari informasi, dan sebagainya.
2.
Interaksi dalam grup; para mahasiswa dapat berinteraksi
satu sama lain untuk mendiskusikan materi-materi yang diberikan dosen. Dosen
dapat hadir dalam grup ini untuk memberikan sedikit ulasan tentang materi yang
diberikannya.
3.
Sistem administrasi mahasiswa; di mana para mahasiswa
dapat melihat informasi mengenai status mahasiswa, prestasi mahasiswa, dan
sebagainya.
4.
Pendalaman materi dan ujian; biasanya dosen sering
mengadakan quiz singkat dan tugas yang bertujuan untuk pendalaman dari apa yang
telah diajarkan serta melakukan tes pada akhir masa belajar. Hal ini juga harus
dapat diantisipasi oleh web based distance learning.
5.
Perpustakaan digital; pada bagian ini terdapat berbagai
informasi kepustakaan, tidak terbatas pada buku, tetapi juga pada kepustakaan
digital seperti suara, gambar dan sebagainya. Bagian ini bersifat sebagai
penunjang dan berbentuk data base.
6.
Materi online di luar materi kuliah; untuk
menunjang perkuliahan, diperlukan juga bahan bacaan dari web lain. Oleh
karena itu, pada bagian ini dosen dan siswa dapat langsung terlibat untuk
memberikan bahan lainnya untuk dipublikasikan kepada mahasiswa lainnya melalui web.
E.
Pendidikan Secara Online di Luar Negeri
Di luar negeri, khususnya di negara maju, pendidikan
jarak jauh telah menjadi alternatif pendidikan yang cukup digemari. Metode
pendidikan ini diikuti oleh para mahasiswa, karyawan, eksekutif, bahkan ibu
rumah tangga dan orang lanjut usia (pensiunan). Beberapa tahun yang lalu
pertukaran materi dilakukan dengan surat-menyurat, atau dilengkapi dengan
materi audio dan video. Saat ini hampir seluruh program distance learning di Amerika, Australia,
dan Eropa dapat juga diakses melalui internet.
F.
Prospek Pendidikan Secara Online di Indonesia
Di Indonesia, prospek pendidikan jarak jauh dengan
sarana internet telah menjadi perhatian beberapa kalangan, baik dari dunia
pendidikan maupun dunia teknologi informasi. Saat ini di Indonesia terdapat
sekitar 75 universitas negeri dan 1.200 universitas dan perguruan tinggi swasta
di Indonesia, dengan total lebih kurang bisa mencapai 5 juta mahasiswa yang
merupakan potensi pengguna internet.
Keberhasilan pendidikan jarak jauh ditunjang oleh
adanya interaksi maksimal antara dosen dan mahasiswa, antara mahasiswa dengan
berbagai fasilitas pendidikan, antara mahasiswa dengan mahasiswa lainnya, dan
adanya pola pendidikan aktif dalam interaksi tersebut. Apabila pendidikan
berbasis pada web maka diperlukan adanya pusat kegiatan mahasiswa,
interaksi antar grup, administrasi penunjang sistem, pendalaman materi, ujian,
perpustakaan digital, dan materi online.
Dari sisi teknologi informasi, dunia internet
memungkinkan perombakan total konsep-konsep pendidikan yang selama ini berlaku.
Teknologi informasi dan telekomunikasi dengan murah dan mudah akan
menghilangkan batasan ruang dan waktu yang selama ini membatasi dunia
pendidikan. Beberapa konsekuensi logis yang terjadi antara lain adalah:
1.
Mahasiswa dapat dengan mudah mengambil mata kuliah di
manapun di dunia tanpa terbatas lagi pada institusi dan negara.
2.
Mahasiswa dapat dengan mudah berguru pada orang-orang
ahli atau pakar di bidang yang diminatinya. Cukup banyak pakar di dunia ini
yang dengan senang hati menjawab berbagai pertanyaan yang datang.
3.
Kuliah dapat dengan mudah diambil di berbagai penjuru
dunia tanpa tergantung pada universitas tempat mahasiswa belajar. Artinya,
konsep universitas terbuka akan semakin membaur dalam universitas tradisional.
Tinggal masalah akreditasi dari kuliah yang diambil di universitas di
mancanegara melalui internet agar diakui sebagai bagian dari kredit untuk
kesarjanaannya di universitas lokal. Konsekuensi yang akan terjadi adalah
pergeseran nilai-nilai kuliah yang tadinya sangat rigid dan harus diambil di
universitas lokal menjadi terbuka untuk diambil dari universitas lain di dunia.
G. Kelemahan
dan Kelebihan Pembelajaran Jarak Jauh
Penggunaan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dapat sangat
efektif, khususnya bagi para peserta yang lebih dewasa dan memiliki motivasi
kuat untuk mengejar sukses dan senang diberi kepercayaan melakukan proses
belajar secara mandiri. Tetapi, kesuksesan Pembelajaran Jarak Jauh yang
meninggalkan ketaatan pada jadwal seperti pada proses pembelajaran tatap muka,
bukanlah merupakan suatu pilihan yang mudah baik bagi instruktur maupun peserta
didik. Maka dari itu PJJ memiliki keterbatasan sekaligus
kelebihan. Berikut kelebihan pembelajaran jarak jauh :
1.
Tersedianya fasilitas e-moderating di mana
pendidik dan peserta didik dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas
internet tanpa dibatasi oleh jarak, tempat, waktu.
2.
Peserta didik dapat belajar atau me-review bahan
pelajaran setiap saat dan di mana saja kalau diperlukan.
3.
Bila peserta didik memerlukan tambahan informasi yang
berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet
secara mudah.
4.
Baik pendidik maupun peserta didik dapat melakukan
diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak,
sehingga menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.
5.
Peserta didik dapat benar-benar menjadi titik pusat
kegiatan belajar-mengajar karena ia senantiasa mengacu kepada pembelajaran
mandiri untuk pengembangan diri pribadi.
Walaupun demikian, pembelajaran jarak jauh juga tidak
terlepas dari berbagai kekurangan, antara lain :
1.
Kurangnya interaksi antara pendidik dan peserta didik
atau bahkan antarsesama peserta didik itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa
memperlambat terbentuknyavalues dalam proses pembelajaran.
2.
Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek
sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
3.
Masalah ketepatan dan kecepatan pengiriman modul dari
puast pengelolaan pembelajaran jarak jauh kepada para peserta di daerah sering
tidak tepat waktu, dank arenanya dapat menghambat kegiatan pembelajaran.
4.
Peserta didik yang tidak mempunyai motivasi
belajar yang tinggi cenderung gagal.
5.
Dukungan administratif untuk proses pembelajaran jarak
jauh dibutuhkan untuk melayani jumlah peserta didik yang mungkin sangat banyak.
ijin merujuk yak ...
BalasHapus